TUGAS TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI - (AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI)
1. Apa yang dimaksud dengan teknologi sistem informasi? Apa fungsi dan manfaat dari teknologi sistem informasi? Jelaskan!
Jawab :
Teknologi sistem informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Dengan kata lain, teknologi informasi adalah berbagai fasilitas yang terdiri dari hardware dan software untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi bagi masyarakat dengan cepat dan berkualitas.
Fungsi Teknologi Sistem Informasi :
• Menangkap (Capture)
TI dapat mengkompilasi catatan-catatan secara detail dari berbagai aktivitas. Misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan lainnya.
• Mengolah (Processing)
TI dapat mengolah/ memproses data masukan yang diterima yang kemudian diubah menjadi informasi baru. Olah data ini bisa dalam bentuk konversi, menganalisis, menghitung, hingga penggabungan berbagai bentuk informasi dan data.
• Menghasilkan (Generating)
TI akan menghasilkan atau mengorganisir informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya grafik, tabel, perhitungan, dan lain sebagainya.
• Menyimpan (Storage)
TI dapat merekam informasi dan data ke dalam suatu media yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnnya data disimpan ke dalam flasdisk, CD, dan hardisk.
• Mencari Kembali (Retrival)
TI mampu mencari dan menelusuri kembali informasi dan data yang sudah pernah disimpan. Misalnya mencari data klien yang belum melakukan pembayaran.
• Sebagai Transmisi (Transmission)
TI dapat mengirimkan data dan informas dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan memanfaatkan jaringan komputer. Misalnya mengirim data penjualan ke tim lain di lokasi yang berbeda.
Manfaat Teknologi Sistem Informasi :
• Berkomunikasi menjadi lebih mudah dan cepat.
• Memudahkan akses informasi.
• Mempersingkat waktu dan memangkas biaya.
• Proses perdagangan dilakukan secara elektronik.
• Transaksi secara daring.
• Membantu proses komunikasi pemerintahan.
2. Jelaskan peranan teknologi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari! Berikan contoh penerapan/pengaplikasian teknologi sistem informasi dalam bidang pendidikan!
Jawab :
Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi danKomunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakinberkembang cepat dengan adanya media Internet.
Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi. Email, merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu,diantaranya :
a. Forum.
b. Milis/Group.
c. Situs jejaring social.
d. Blog.
e. Situs Sharing File.
f. E-learning menggunakan teleconference.
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.
Salah satu contoh penerapan Teknologi Informasi dalam bidang pendidikan yaitu e-learning. Pendidikan yang berbasis Teknologi Informasi memberikan banyak manfaat, antara lain:
– Tidak lagi tergantung pada ruang dan waktu. Artinya tidak ada halangan berarti untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar lintas daerah, bahkan lintas negara misalnya melalui e-learning.
– Dengan adanya e-learning, pengajar dan siswa tidak lagi selalu harus bertatap muka dalam ruang kelas pada waktu bersamaan.
– Tidak memerlukan biaya mahal. Seorang pelajar di daerah dapat belajar langsung dari pakarnya di pusat melalui fasilitas internet chatting atau mengakomodir suara dan bahkan gambar realtime.
– Sekolah-sekolah dapat dengan mudah melakukan kerjasama yang saling menguntungkan. Sekolah yang lebih maju dapat membantu sekolah yang belum maju sehingga dapat diupayakan adanya pemerataan mutu pendidikan.
– Ketersediaan informasi yang melimpah dari sumber-sumber di seluruh dunia. Dengan menggunakan internet sebagai media pembelajaran akan didapatkan sumber informasi untuk pengayaan materi yang jumlahnya sangat tak terbatas.
3. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadikan perkembangan teknologi informasi semakin pesat!
Jawab :
Faktor-faktor yang menunjang cepatnya perkembangan teknologi komunikasi, yaitu:
• Evolusi Ekonomi Global
Dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris, yang dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadinya revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap. Ekonomi global berpindah ke arah ekonomi industri dengan memiliki ciri, modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang abad pada saat ini, manusia cenderung menduduki tempat pusat dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasarkan pada pengetahuan dan berfokus pada informasi. Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci. Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat atau ekonomi informasi. Globalisasi juga makin terjadi oleh adanya integrasi ekonomi dunia. Berbanding terbalik dengan era sebelumnya, perkonomian global tidak hanya didasarkan pada pertanian dan industri, melainkan makin didominasi oleh kegiatan perekonomian tanpa bobot.
• Infrastruktur yang memungkinkan akses informasi dimanapun dengan kecepatan yang mencukupi.
Informasi yang kini sangat dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat, sudah menjadi barang yang wajib untuk dikonsumsi oleh semua orang. Untuk mempermudah dalam mengakses atau mendapatkan sebuah informasi yang dibutuhkan, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ini sangat mendukung terjadinya proses komunikasi ini. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi ini, seseorang dapat mengakses informasi atau melakukan komunikasi dimana saja dan kapan saja dan tidak bertumpu pada suatu tempat saja.
• Sumber daya manusia menuntut ketersediaan human brain yang menguasai teknologi tinggi.
Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang sebuah teknologi komunikasi dan informasi memang sangat diperlukan. Hal ini di dukung karena perkembangan zaman yang begitu besar, yakni zaman globalisasi. Dimana dengan adanya teknologi yang semakin canggih ini, manusia dapat melakukan sesuatu dengan cepat dan mudah. Disini manusia juga dituntut agar dapat memanfaatkannya dengan jalan yang benar.
• Kebijakan yang menuntut adanya kebijakan berskala makro dan mikro yang berpihak pada perkembangan teknologi informasi jangka panjang.
• Konten dan aplikasi menuntut adanya informasi yang sampai pada orang, tempat, waktu yang tepat serta ketersediaan aplikasi untuk menyampaikan konten tersebut dengan nyaman pada penggunanya.
• Manusia menginginkan kemudahan dalam berbagai hal.
Semakin kompleks kebutuhan manusia, semakin mendesak manusia untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Tidak terkecuali kebutuhan akan teknologi yang dapat mempermudah aktivitas manusia. Kini, kemudahan didapat dari semakin cepat dan praktisnya alat teknologi informasi maupun komunikasi. Salah satunya di dunia pendidikan, berbagai kemudahan dirasakan oleh guru ataupun murid dalam mempelajari sesuatu. Dengan internet, tanpa adanya tata muka sekalipun proses belajar mengajar masih dapat berlangsung.
• Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity).
Sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan kekuatan pemikiran yang luar biasa. Pemikiran ini yang dirangsang dengan rasa ingin tahu atau penasaran yang besar. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi, terjawablah rasa penasaran manusia tentang apapun itu. Semua bisa kita cari di internet dengan menggunakan kata kunci tertentu.
• Kebutuhan komersial masyarakat yang meningkat.
Sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa media komunikasi yang hi-tech akan mempengaruhi minat audience dan mempersuasi audience. Oleh karena itu, hal ini digunakan oleh perusahaan jasa komunikasi dan perusahaan komersial untuk memanfaatkan sifat konsumerisme masyarakat ini.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan teknologi komputer pada jaman sekarang. Faktor ini tak lepas dari kebutuhan masyrakat yang semakin kompleks dari waktu ke waktu.
• Kebutuhan Waktu.
Faktor ini mungkin menjadi faktor yang paling penting. Karena masyarakat pada jaman sekarang menginginkan segalanya serba cepat bahkan instan.
Contoh : Orang ingin membeli suatu barang, dengan adanya teknologi, maka barang yang diinginkan akan cepat tersampaikan.
• Kebutuhan Fasilitas yang Canggih.
Fasilitas yang canggih memang diperlukan pada jaman sekarang. Fasilitas yang canggih diharapkan masyarakat dapat membantu pekerjaannya supaya lebih cepat. Tuntutan aktivitas pada jaman sekarang memang membutuhkan fasilitas yang canggih. Ini bisa didapatkan dan dirasakan dari adanya manfaat mempelajari ilmu komputer untuk menunjang kemampuan dalam dunia kerja.
Contoh : Jaman sekarang pekerjaan orang semakin banyak, sehingga dalam mengerjakan tugasnya diharapkan dapat dikerjakan di berbagai tempat. Dalam mengerjakan tugasnya bisa menggunakan android yang bisa dibawa kemanapun.
• Kebutuhan Karena Usaha atau Bisnis.
Teknologi komputer dapat membantu pemasaran, produksi, distribusi suatu usaha atau bisnis. Selain itu teknologi komputer juga bisa mempermudah komunikasi antara pihak usaha dengan pihak konsumen. Seperti pada bidang usaha keuangan, manfaat internet bagi perbankan sangat membantu pada nasabah dalam melakukan transaksi yang dapat dilakukan dimanapun.
Contoh : Usahawan dapat membuat aplikasi untuk mempermudah konsumennya belanja tanpa harus datang ke tokonya langsung. Dalam hal ini peranan teknologi termasuk dalam website e-commerce yang memudahkan customer berbelanja secara online.
• Kebutuhan akan Tingginya Permintaan dan Penawaran.
Permintaan akan penawaran pada jaman sekarang sudah sangat besar. Hampir setiap hari bahkan jam, ada permintaan dan juga penawaran. Dengan teknologi, kita dapat melakukan permintaan dengan mudah tanpa harus datang ke lokasi langsung, dan untuk penawaran, kita juga bisa menawarkan barang atau jasa langsung lewat internet tanpa harus menemui konsumen.
Contoh : Iklan di internet dalam menawarkan barang atau jasa. Para konsumen dapat memanfaatkan internet untuk meminta penawaran tersebut.
• Kebutuhan akan Hobi.
Hobi adalah hal yang penting bagi sebagian orang, contohnya Gamers. Para gamers yang sangat suka dengan game pastinya akan selalu update dengan teknologi game yang lebih canggih. Maka dari itu perusahaan industri game atau komponen game bersaing supaya produknya diminati oleh para kalangan gamers.
Contoh : Persaingan antara NVidia dengan AMD dalam mengeluarkan VGA untuk game yang lebih canggih. VGA akan selalu update setiap bulan.
• Kebutuhan akan Informasi.
Masyarakat pada jaman sekarang tidak terlalu memerlukan koran atau majalah lagi, karena pada jaman sekarang sudah serba digital. Koran bisa diakses langsung diinternet secara gratis, untuk membaca novel, kita bisa beli lewat internet, termasuk majalah, juga gratis. Masyarakat bisa mendapatkan informasi dimana saja.
Contoh : Untuk mengetahui berita – berita terkini, tidak perlu membeli koran terlebih dahulu, melainkan bisa menggunakan internet dan mengakses koran digital.
• Kebutuhan Ilmu.
Untuk jaman sekarang, ilmu bisa didapat dimana saja termasuk dari internet. Dengan teknologi komputer yang berkembang, banyak buku-buku pelajaran bagi siswa atau pelajar yang dapat dilihat secara online. Selain itu, pelajar jaman sekarang sudah mulai dibiasakan menggunakan sistem online dalam pembelajarannya. Dengan adanya teknologi yang mendukung, peran internet terhadap prestasi belajar siswa juga dapat menjadi salah satu alasannya. Karena informasi yang sangat luas pelajar bisa mengakses pelajaran secara online juga.
Contoh : e-book pelajaran bagi para pelajar dapat mempermudah pelajar dalam belajar, tanpa harus membeli buku.
• Kebutuhan akan Dunia Hiburan.
Untuk faktor yang satu ini memang cukup banyak pengaruhnya bagi masyarakat, terutama bagi para remaja. Dengan teknologi yang berkembang, kita bisa memesan tiket bioskop secara online. Selain itu, sekarang sudah banyak game-game online yang bisa dimainkan gratis maupun berbayar.
Contoh : Game android makin marak karena kebutuhan akan hiburan yang semakin banyak di kalangan masyarakat.
• Kebutuhan akan Industri Musik.
Musik mengalami perkembangan mengikuti dengan perkembangan teknologi komputer juga. Untuk rekaman atau recording, pasti membutuhkan komputer, entah proses editing atau yang lainnya. Selain itu dengan adanya teknologi yang makin maju, mendorong perkembangan musik yang lebih maju lagi.
Contoh : pada jaman dahulu, musik yang dikenal adalah musik klasik, pada jaman sekarang karena adanya teknologi mampu membuat musik tanpa instrumen musik itu sendiri atau electronic, yaitu genre yang menggunakan komputer dalam membuat nadanya.
• Kebutuhan akan Komunikasi.
Komunikasi adalah hal yang sangat penting bagi semua masyarakat. Sekarang, untuk berkomunikasi tidak perlu harus bertatap muka langsung. Kita bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun tanpa bertatap muka, bahkan juga bisa bertatap muka walaupun dengan jarak yang jauh (video call). Selain itu juga muncul chat jarak jauh yang mempermudah komunikasi.
Contoh : Adanya aplikasi sosial media seperti Line, BBM, YM, dll.
4. Kendala-kendala apa saja yang terdapat dalam penerapan/pengaplikasian teknologi sistem informasi! Jelaskan!
Jawab :
• Belum meratanya infrastruktur yang mendukung penerapan teknologi di seluruh Indonesia, karena tanpa adanya infrastruktur yang mendukung maka penerapan TIK di bidang pendidikan hanya akan menjadi impian semata.
• Adanya ketidaksiapan sumber daya manusia untuk mendukung penerapan teknologi sistem informasi dan memanfaatkan teknologi informais dalam proses pembelajaran. Ketidaksiapan ini dikarenakan pola kebiasaan pembelajaran yang masih belum menganggap penting peranan TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
Kamis, 17 Oktober 2019
Selasa, 20 Agustus 2019
INTEGRITAS DOMAIN
Integritas Domain
• Validasi dari masukan untuk sebuah kolom.
• Batasi tipe data, format (melalui check constraints dan
rules), atau range nilai-nilai yang mungkin.
• Saat membuat tabel, kolom bernilai NULL dapat
dihindari dengan menggunakan konstrain NOT
NULL, kecuali kolom yang dispesifikasikan sebagai
primary key akan otomatis bernilai Not Null
CONTOH :
CREATE TABLE penerbit
(
Kode_Penerbit varchar(2) NOT NULL,
Nama_Penerbit varchar(20) NOT NULL,
Lokasi varchar(20) NOT NULL,
PRIMARY KEY (Kode_Penerbit)
UNIQUE (Nama_Penerbit)
)
• Validasi dari masukan untuk sebuah kolom.
• Batasi tipe data, format (melalui check constraints dan
rules), atau range nilai-nilai yang mungkin.
• Saat membuat tabel, kolom bernilai NULL dapat
dihindari dengan menggunakan konstrain NOT
NULL, kecuali kolom yang dispesifikasikan sebagai
primary key akan otomatis bernilai Not Null
CONTOH :
CREATE TABLE penerbit
(
Kode_Penerbit varchar(2) NOT NULL,
Nama_Penerbit varchar(20) NOT NULL,
Lokasi varchar(20) NOT NULL,
PRIMARY KEY (Kode_Penerbit)
UNIQUE (Nama_Penerbit)
)
JENIS - JENIS INTEGRITAS DATA
Pengertian Integritas Data
Integritas data adalah menjamin konsistensi data terhadap semua konstrain yang diberlakukan terhadap data tersebut, sehingga memberikan jaminan keabsahan data itu sendiri.
Tujuannya adalah menjaga data agar data yang tidak valid tidak masuk ke database. Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar tabel.
Integritas data dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Entity Integritas
Entity integritas mendefenisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Entity integritas memaksa integritas dari colum atau primary key dari suatu tabel (melalui index, unique, constrains, primarykey) tidak boleh null.
2. Domain integritas
Domain Integritas merupakan validasi dari masukan untuk sebuah kolom. Anda dapat memaksa domain integritas dengan membatasi tipe (melalui data types), format (melalui check constraints dan rules), atau range nilai-nilai yang mungkin (melalui Foreign Key Constraints, Check Constraints, Default Definitions dan rules).
3. Refferential Integritas
Refferential integritas memastiakn bahwa seluruh nilai dari foreign key cocok dengan nilai primary key yang dihubungkan.
4. User Defined integritas
User difined integritas mengizinkan kita untuk menentukan spesific business rules sendiri yang tidak sama pada kategori integrity yang lain
Jenis – Jenis Integritas Data
1. Domain integrity (Integritas jangkauan nilai)
Tidak ada item data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.
2. Integrity Entity (Integritas Entitas)
Tidak ada baris data duplikat dalam satu tabel.
3. Integrity Referential (Integritas acuan)
Menjaga relasi atau korespondensi antar tabel.
4. Redudant Data Integrity (Integritas Data Antar Tabel)
Data di sebuah tabel tidak berulang di tabel lain.
5. Bussiness Rule Integrity (Integritas Aturan Nyata)
Data di suatu tabel harus memiliki nilai yang layak dan dapat diterima ditempat sistem basis data itu diterapkan. Integritas jenis ini bersifat kasuistis, artinya sangat bergantung pada jenis data, lokasi, lingkungan, dan waktu penerapan basis data.
Integritas data adalah menjamin konsistensi data terhadap semua konstrain yang diberlakukan terhadap data tersebut, sehingga memberikan jaminan keabsahan data itu sendiri.
Tujuannya adalah menjaga data agar data yang tidak valid tidak masuk ke database. Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar tabel.
Integritas data dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Entity Integritas
Entity integritas mendefenisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Entity integritas memaksa integritas dari colum atau primary key dari suatu tabel (melalui index, unique, constrains, primarykey) tidak boleh null.
2. Domain integritas
Domain Integritas merupakan validasi dari masukan untuk sebuah kolom. Anda dapat memaksa domain integritas dengan membatasi tipe (melalui data types), format (melalui check constraints dan rules), atau range nilai-nilai yang mungkin (melalui Foreign Key Constraints, Check Constraints, Default Definitions dan rules).
3. Refferential Integritas
Refferential integritas memastiakn bahwa seluruh nilai dari foreign key cocok dengan nilai primary key yang dihubungkan.
4. User Defined integritas
User difined integritas mengizinkan kita untuk menentukan spesific business rules sendiri yang tidak sama pada kategori integrity yang lain
Jenis – Jenis Integritas Data
1. Domain integrity (Integritas jangkauan nilai)
Tidak ada item data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.
2. Integrity Entity (Integritas Entitas)
Tidak ada baris data duplikat dalam satu tabel.
3. Integrity Referential (Integritas acuan)
Menjaga relasi atau korespondensi antar tabel.
4. Redudant Data Integrity (Integritas Data Antar Tabel)
Data di sebuah tabel tidak berulang di tabel lain.
5. Bussiness Rule Integrity (Integritas Aturan Nyata)
Data di suatu tabel harus memiliki nilai yang layak dan dapat diterima ditempat sistem basis data itu diterapkan. Integritas jenis ini bersifat kasuistis, artinya sangat bergantung pada jenis data, lokasi, lingkungan, dan waktu penerapan basis data.
INTEGRITAS BASIS DATA
Integritas basis data akan menjamin kualitas data dalam database utuh, akurat, konsisten, terbaru dan tidak mengalami kerusakan secara tidak sengaja.
Dalam basis data dikenal batasan atau aturan integritas (integrity constraint) untuk mengatur modifikasi dan definisi sehingga menjamin integritas basis data tersebut. Menurut Connolly (2010) integrity constraint berfungsi untuk memastikan data adalah akurat.
Jenis constraint integritas data :
1. Integritas Entitas (Entity Integrity) : mendefinisikan sebuah baris sebagai entitas yang unik, menerapkan aturan untuk primary key, sehingga tidak boleh bernilai null.
2. Aturan Domain (Domain Constraints) : domain merupakan nilai – nilai yang dapat diasosiasikan dengan atribut. Merupakan sekumpulan nilai yang diijinkan untuk atribut. Contohnya harus di awali dengan huruf A capital dan diikuti 3 angka yakni denga range A001 – A999
3. Integritas Referensial ( Referential Integrity ) : diterapkan pada foreign key, nilai foreign key harus sesuai dengan candidate key dari table yang diacu.
4. General Constraints : disebut juga integritas enterprise merupakan aturan tambahan yang spesifikasinya dilakukan oleh pengguna atau administrator sesuai dengan batasan dari perusahaan.
Constraints Classification adalah aturan untuk memberikan akses ke data dalam sebuah database.
S=(R,A,E,L)
Constraints classification adalah aturan yang menentukan nilai satu atau lebuh klasifikasi atribut. R adalah nama dari relasi, A adalah daftar dari satu atau lebih atribut data di R, E adalah ekspresi opsional dan L adalah kelas akses.
REPORT THIS AD
Ada 4 tipe classification constraints :
1. Type dependent : tidak ada ekspresi E dan L adalah variable ekspresi yang konstan, sehingga semua elemen yang terkait dengan atribut memiliki kelas yang sama. Mendefinisikan single level atribut.
Contoh : (R, A, , SECRET)
(R, (A,B), , PROPRIETARY)
2. Value dependent : Salah satu E atau L atau keduanya ada, sehingga akses kelas yang terasosiasikan dengan element tergantung pada nilai dari element atau akses kelas dari data lain dalam database.
Contoh : (R, A, A=1, CONF) => kelas elemen terkait dengan atribut A ditentukan oleh nilai dari elemen.
(R, A, , class (R.B)) => ditentukan oleh kelas dari atribut B.
(R, A, A=1, class(R.B)) => ditentukan oleh atribut A dan B.
3. Source level : akses kelas L adalah ekspresi “kelas (user)” merupakan kelas akses dari user(subjek) yang memasuki elemen. Ekspresi E bisa hadir maupun tidak.
Contoh : (R, A, , class(user))
(R, B, B>0, class (user))
4. Source label : akses kelas L merupakan ekspresi *, berarti subjek yang memasuki elemen menyediakan akses kelas untuk elemen. Ekspresi E bisa hadir maupun tidak.
Contoh : (R, A, , *)
(R, B, B>0, *)
Dalam basis data dikenal batasan atau aturan integritas (integrity constraint) untuk mengatur modifikasi dan definisi sehingga menjamin integritas basis data tersebut. Menurut Connolly (2010) integrity constraint berfungsi untuk memastikan data adalah akurat.
Jenis constraint integritas data :
1. Integritas Entitas (Entity Integrity) : mendefinisikan sebuah baris sebagai entitas yang unik, menerapkan aturan untuk primary key, sehingga tidak boleh bernilai null.
2. Aturan Domain (Domain Constraints) : domain merupakan nilai – nilai yang dapat diasosiasikan dengan atribut. Merupakan sekumpulan nilai yang diijinkan untuk atribut. Contohnya harus di awali dengan huruf A capital dan diikuti 3 angka yakni denga range A001 – A999
3. Integritas Referensial ( Referential Integrity ) : diterapkan pada foreign key, nilai foreign key harus sesuai dengan candidate key dari table yang diacu.
4. General Constraints : disebut juga integritas enterprise merupakan aturan tambahan yang spesifikasinya dilakukan oleh pengguna atau administrator sesuai dengan batasan dari perusahaan.
Constraints Classification adalah aturan untuk memberikan akses ke data dalam sebuah database.
S=(R,A,E,L)
Constraints classification adalah aturan yang menentukan nilai satu atau lebuh klasifikasi atribut. R adalah nama dari relasi, A adalah daftar dari satu atau lebih atribut data di R, E adalah ekspresi opsional dan L adalah kelas akses.
REPORT THIS AD
Ada 4 tipe classification constraints :
1. Type dependent : tidak ada ekspresi E dan L adalah variable ekspresi yang konstan, sehingga semua elemen yang terkait dengan atribut memiliki kelas yang sama. Mendefinisikan single level atribut.
Contoh : (R, A, , SECRET)
(R, (A,B), , PROPRIETARY)
2. Value dependent : Salah satu E atau L atau keduanya ada, sehingga akses kelas yang terasosiasikan dengan element tergantung pada nilai dari element atau akses kelas dari data lain dalam database.
Contoh : (R, A, A=1, CONF) => kelas elemen terkait dengan atribut A ditentukan oleh nilai dari elemen.
(R, A, , class (R.B)) => ditentukan oleh kelas dari atribut B.
(R, A, A=1, class(R.B)) => ditentukan oleh atribut A dan B.
3. Source level : akses kelas L adalah ekspresi “kelas (user)” merupakan kelas akses dari user(subjek) yang memasuki elemen. Ekspresi E bisa hadir maupun tidak.
Contoh : (R, A, , class(user))
(R, B, B>0, class (user))
4. Source label : akses kelas L merupakan ekspresi *, berarti subjek yang memasuki elemen menyediakan akses kelas untuk elemen. Ekspresi E bisa hadir maupun tidak.
Contoh : (R, A, , *)
(R, B, B>0, *)
PENTINGNYA INTEGRITAS DATA
Salah satu fungsi DBMS untuk memproteksi data adalah Integritas data, mengapa integritas data penting?
Jawab :
Integritas data sangat penting karena dapat memastikan keakuratan, konsistensi, aksesibilitasi, dan kualitas tinggi dari sebuah data, sehingga sangat penting untuk mengikuti aturan pengintegritasan suatu data. Data yang mempunyai integritas identik di pertahankan selama operasi apapun (seperti bisnis transfer, penyimpanan, atau pengambilan). Secara sederhana dalam istilah bisnis, integritas data adalah jaminan bahwa data konsisten, bersertifikat dan dapat dirujukan.
Jawab :
Integritas data sangat penting karena dapat memastikan keakuratan, konsistensi, aksesibilitasi, dan kualitas tinggi dari sebuah data, sehingga sangat penting untuk mengikuti aturan pengintegritasan suatu data. Data yang mempunyai integritas identik di pertahankan selama operasi apapun (seperti bisnis transfer, penyimpanan, atau pengambilan). Secara sederhana dalam istilah bisnis, integritas data adalah jaminan bahwa data konsisten, bersertifikat dan dapat dirujukan.
Rabu, 24 Juli 2019
STRUKTUR RECOVERY DBMS ORACLE
Struktur Database Oracle
Secara garis besar, database oracle memiliki tiga buah struktur utama yaitu memory structure, process structure, dan strorage structure. Oracle Instance menggunakan memory dan process structure untuk dapat berjalan sedangkan oracle database menggunakan storage structure untuk dapat menyimpan data file maupun control file di dalam database tersebut. Tentu ketiga struktur utama ini sangat penting karena tanpa adanya salah satu komponen saja, maka oracle instance tidak dapat mengakses oracle database atau sebaliknya oracle database tidak dapat diakses oleh oracle instance.
Oracle Database dibangun menggunakan tiga struktur komponen, yaitu :
• Struktur Memori
• Struktur Porses
• Struktur File(storage/penyimpanan)
• Memory Stucture
Di dalam memory structure terdapat dua buah komponen yaitu :
A. System Global Area (SGA)
SGA merupakan shared memory yang dapat digunakan oleh seluruh server process dan background process. Di dalamnya tersimpan informasi-informasi yang berupa data file dan control file dari instance.
Di dalam SGA terdapat struktur data sebagai berikut :
- Database Buffer Cache : berisi cache blok data yang berisi hasil pengembalian dari proses query database.
- Redo log buffer : menyimpan redo information yang digunakan untuk instance recovery. Informasi tersebut akan disimpan hingga ditulis ke dalam physical redo log file di dalam storage disk.
- Shared Pool : menyimpan berbagai macam konstruksi / informasi yang dapat dishare di antara user database.
- Large Pool : merupakan area optional yang dibutuhkan jika ada proses-proses yang memakan memory cukup besar seperti backup and recovery dan proses server I/O.
- Java Pool : digunakan oleh java code atau data yang menggunakan Java Virtual Machine (JVM).
- Stream Pool : Digunakan oleh Oracle Stream untuk proses streaming.
B. Process Global Area (PGA)
Berbeda dengan SGA, PGA lebih spesifik hanya digunakan secara khusus oleh masing-masing server dan background process. Minimal ada satu PGA yang dimiliki oleh tiap server process. Setiap PGA menyimpan data dan control information dari masing-masing proses yang menyediakan layanan dari tiap request oracle client.
- stack-space: memori yang melakukan variabel session, arrays, dsb.
- session-information: instance menyimpan informasi session di PGA. (Kecuali multithreaded server, informasi session disimpan di SGA.)
- private SQL-area: area PGA yang menyimpan informasi seperti bind-variables dan runtime-buffers.
- sorting area: area PGA yang menyimpan informasi mengenai sort, hash-joins, dsb.
• Struktur Penyimpanan (Storage Structures)
Terdapat 2 tipe struktur penyimpanan pada oracle database, yaitu :
- Logical Storage
- Physical Storage
a. Logical Structure
Struktur Logical Storage ini memungkinkan Oracle Database untuk memiliki kontrolfine-grained terhadap penggunaan disk space. Struktur Logical Storage dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Logical Storage terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu tablespace, segment, extent dandata
block.
- Data Blocks
Pada tingkat terbaik dari granularity, data dari Oracle Database disimpan dalam data blocks. Satu data blocks berukuran sesuai dengan database fisik yang terdapat padaharddisk. Standar ukuran data block ditentukan oleh parameter inisialisasi DB_BLOCK_SIZE. Selain itu Anda dapat menentukan hingga empat ukuran blocklainnya. Database menggunakan dan mengalokasikan ruang bebas database di data blocks milik Oracle Database.
- Extent
Tingkat berikutnya dari logical database space adalah extent. Extent adalah sejumlah tertentu dari data block yang berhubungan, diperoleh alokasi tunggal, yang digunakan untuk menyimpan jenis informasi khusus
- Segment
Di atas extent, level selanjutnya dari logical database storage adalah segment. Segmentadalah gabungan dari extent yang dialokasikan untuk tabel, index, rollback segment, atau untuk
sementara digunakan oleh session, transaction, atau SQL parser. Dalam kaitannya dengan physical structure, semua extent milik salah satu segment berada di tablespaceyang sama, tetapi mungkin berada dalam file data yang berbeda. Ketika extent dari sebuah segment terisi penuh, Oracle Database secara dinamis mengalokasikan extent lain untuk segment tersebut. Karena extent dialokasikan sesuai kebutuhan, extent dari sebuahsegment mungkin berhubungan atau tidak dalam harddisk.
- Tablespace
Sebuah database dibagi menjadi unit penyimpanan logis yang disebut tablespace, merupakan gabungan dari data block, extent, dan segment yang berhubungan. Misalnya,tablespace umumnya dikelompokkan bersama semua objek aplikasi untuk menyederhanakn beberapa operasi administrasi. Setiap database secara logis dibagi menjadi dua(2) atau lebih
tablespace. Satu atau banyak datafile secara eksplisit dibuat untuk setiap tablespace untuk menyimpan data dari semua logical structure dalam tablespace secara fisik. Gabungan ukuran dari datafile di tablespace adalah kapasitas penyimpanan total daritablespace tersebut. Setiap database Oracle berisi tablespace SYSTEM dan tablespaceSYSAUX. Oracle Database membuat dua(2) tablespace tersebut secara otomatis ketika database dibuat. Standar sistem di Oracle adalah untuk menciptakan sebuah tablespaceyang bersifat smallfile, yang merupakan tipe tradisional dari Oracle tablespace.Tablespace SYSTEM dan SYSAUX dibuat sebagai tablespace yang bersifat smallfile.
b. Physical Structure
Bagian berikut ini menjelaskan Physical Database Structure dari Oracle Database, termasuk di dalamnya terdapat datafile, control file, redo log file, archived redo log file, parameter file, alert dan trace log file, dan backup file.
Berikut ini pembahasan tentang bagian-bagian dari Physical Database Structure:
- Datafile
Setiap Oracle Database memiliki satu atau lebih datafile fisik, yang berisi semua data database. Data dari Logical Database Structure, seperti tabel dan index, secara fisik tersimpan dalam datafile yang dialokasikan untuk database.
Datafile memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Satu atau lebih datafile membentuk logical unit dari database
- yang disebut tablespace.
- Datafile hanya dapat dengan satu tablespace saja.
- Datafile dapat didefinisikan untuk memperluas secara otomatis ketika datafile tersebut sudah penuh.
- Control File
Setiap Oracle database memiliki control file. Sebuah control file berisi tentang informasi struktur fisik dari database, termasuk informasi berikut:
- Nama database
- Nama dan lokasi dari datafile dan redo log file
- Catatan waktu dari pembuatan database
Oracle database dapat memperbanyak control file, yaitu, secara bersamaan membuat beberapa salinan control file yang sama persis, ini dilakukan untuk melindungi database dari kegagalan
sistem yang melibatkan control file.
- Online Redo Log File
Setiap database Oracle memiliki dua atau lebih online redo log file. Online Redo Log File, bersama dengan archived redo log file, secara kolektif dikenal sebagai redo log untuk database. Sebuah redo log terdiri dari beberapa masukkan(juga disebut redo record),
yang merekam semua perubahan yang terjadi pada data. Jika kegagalan mencegah data yang telah dimodifikasi ditulis secara permanen ke dalam datafile, maka perubahan dapat dimasukkan ke dalam redo log, sehingga pekerjaan tidak pernah hilang. Untuk melindungi terhadap kegagalan yang melibatkan redo log itu sendiri, database Oracle memungkinkan Anda memperbanyak redo log sehingga dua atau lebih salinan dari redo log dapat ditempatkan
pada disk yang berbeda.
- Archived Redo Log File
Archived Redo Log File adalah file yang dihasilkan dari salinan offline redo log file. Database Oracle secara otomatis mengarsip redo log file ketika database dalam mode ARCHIVELOG. Oracle merekomendasikan agar Anda mengaktifkan pengarsipan otomatis untuk Redo Log File.
- Parameter File
Parameter file berisi daftar parameter konfigurasi untuk instance dan database. Kedua parameter file(pfile) dan server parameter file(spfile) memungkinkan Anda menyimpan dan mengelola
parameter inisialisasi Anda terus-menerus dalam file server-side disk. Sebuah server parameter file memiliki keuntungan tambahan,
yaitu:
_ File ini diperbarui secara bersamaan ketika beberapa nilai parameter dirubah ketika instance aktif
_ File ini dapat diakses secara terpusat oleh semua instance di dalam Real Application Service Database.
- Alert and Trace Log File
Setiap proses server dan proses background dapat menuliskan ke dalam trace file yang berhubungan. Ketika kegagalan internal terdeteksi oleh proses, informasi dump process tentang kegagalan tersebut akan masuk ke dalam trace file. Beberapa informasi yang dimasukkan ke dalam trace file ditujukan untuk database administrator, sedangkan informasi yang lain digunakan untuk Oracle Support Service. Informasi dalam trace file juga digunakan untuk menyesuaikan aplikasi dan instance. Alert file atau alert log adalah sebuah trace file khusus. Alert log dari database adalah log yang berisi kronologis kejadian pesan dan kegagalan.
- Backup File
Untuk mengembalikan file dengan menggantinya dengan backup file. Biasanya, Anda me-restore file ketika ada kegagalan media atau kesalahan dari user yang mengakibatkan kerusakan atau
kehilangan file asli. Backup dan restore yang dikelola user mengharuskan Anda untuk
benar-benar me-restore backup file sebelum Anda dapat melakukan percobaan recovery dari backup. Backup dan restore yang dikelola oleh server dapat mengelola proses backup, seperti penjadwalan backup, serta proses restore, seperti menerapkan backup file yang benar ketika recovery dibutuhkan.
• Struktur Proses
Terdapat 3 Struktur Proses pada Oracle :
a. UserProcess
User Process adalah proses ketika user melakukan suatu aktivitas pada instance. Contohnya ketika user ingin melakukan login atau membuka suatu program. Satu user process dapat memiliki 2 server process yaitu ketika user login sebagai sys dan login kembali sebagai hr pada terminal yang lain
b. ServerProcess
Server Process Terjadi ketika pengguna berhasil melakukan login (Connect Database / Connect SQL Plus). Server process dihapus ketika user berhasil logout
c. BackgroundProcess
Background Process adalah proses yang tidak terlihat oleh user
• archiver processes (ARCn) : Berfungsi untuk mengcopy data dari redo log file ke archive log file.
• checkpoint process (CKPT) : berfungsi untuk mengupdate control file dan data file
• coordinator-of-job-queues process (CJQn): secara dinamis menimbulkan slave processes terhadap job-queues.
• database writer processes (DBWn)
• dispatcher processes (Dnnn): multiplex server-processes users
• memory-manager process (MMAN): digunakan untuk internal database seperti Automatic Shared Memory Management
• log-writer process (LGWR) : Berfungsi untuk menulis data yang berubah ke redo log files.
• log-write network-server (LNSn): mengirim redo log dalam penggunaan Data Guard
• logical standby coordinator process (LSP0): kontrol aplikasi log Data Guard
• media-recovery process (MRP): detached recovery-server process
• memory-monitor process (MMON)
• memory-monitor light process (MMNL): memperoleh dan menyimpan data Automatic Workload Repository (AWR).
• process-monitor process (PMON).
• process-spawner (PSP0): spawns Oracle processes
• queue-monitor processes (QMNn).
• recoverer process (RECO).
• remote file-server process (RFS).
• shared server processes (Snnn): melayani client-requests.
system monitor process (SMON).
Secara garis besar, database oracle memiliki tiga buah struktur utama yaitu memory structure, process structure, dan strorage structure. Oracle Instance menggunakan memory dan process structure untuk dapat berjalan sedangkan oracle database menggunakan storage structure untuk dapat menyimpan data file maupun control file di dalam database tersebut. Tentu ketiga struktur utama ini sangat penting karena tanpa adanya salah satu komponen saja, maka oracle instance tidak dapat mengakses oracle database atau sebaliknya oracle database tidak dapat diakses oleh oracle instance.
Oracle Database dibangun menggunakan tiga struktur komponen, yaitu :
• Struktur Memori
• Struktur Porses
• Struktur File(storage/penyimpanan)
• Memory Stucture
Di dalam memory structure terdapat dua buah komponen yaitu :
A. System Global Area (SGA)
SGA merupakan shared memory yang dapat digunakan oleh seluruh server process dan background process. Di dalamnya tersimpan informasi-informasi yang berupa data file dan control file dari instance.
Di dalam SGA terdapat struktur data sebagai berikut :
- Database Buffer Cache : berisi cache blok data yang berisi hasil pengembalian dari proses query database.
- Redo log buffer : menyimpan redo information yang digunakan untuk instance recovery. Informasi tersebut akan disimpan hingga ditulis ke dalam physical redo log file di dalam storage disk.
- Shared Pool : menyimpan berbagai macam konstruksi / informasi yang dapat dishare di antara user database.
- Large Pool : merupakan area optional yang dibutuhkan jika ada proses-proses yang memakan memory cukup besar seperti backup and recovery dan proses server I/O.
- Java Pool : digunakan oleh java code atau data yang menggunakan Java Virtual Machine (JVM).
- Stream Pool : Digunakan oleh Oracle Stream untuk proses streaming.
B. Process Global Area (PGA)
Berbeda dengan SGA, PGA lebih spesifik hanya digunakan secara khusus oleh masing-masing server dan background process. Minimal ada satu PGA yang dimiliki oleh tiap server process. Setiap PGA menyimpan data dan control information dari masing-masing proses yang menyediakan layanan dari tiap request oracle client.
- stack-space: memori yang melakukan variabel session, arrays, dsb.
- session-information: instance menyimpan informasi session di PGA. (Kecuali multithreaded server, informasi session disimpan di SGA.)
- private SQL-area: area PGA yang menyimpan informasi seperti bind-variables dan runtime-buffers.
- sorting area: area PGA yang menyimpan informasi mengenai sort, hash-joins, dsb.
• Struktur Penyimpanan (Storage Structures)
Terdapat 2 tipe struktur penyimpanan pada oracle database, yaitu :
- Logical Storage
- Physical Storage
a. Logical Structure
Struktur Logical Storage ini memungkinkan Oracle Database untuk memiliki kontrolfine-grained terhadap penggunaan disk space. Struktur Logical Storage dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Logical Storage terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu tablespace, segment, extent dandata
block.
- Data Blocks
Pada tingkat terbaik dari granularity, data dari Oracle Database disimpan dalam data blocks. Satu data blocks berukuran sesuai dengan database fisik yang terdapat padaharddisk. Standar ukuran data block ditentukan oleh parameter inisialisasi DB_BLOCK_SIZE. Selain itu Anda dapat menentukan hingga empat ukuran blocklainnya. Database menggunakan dan mengalokasikan ruang bebas database di data blocks milik Oracle Database.
- Extent
Tingkat berikutnya dari logical database space adalah extent. Extent adalah sejumlah tertentu dari data block yang berhubungan, diperoleh alokasi tunggal, yang digunakan untuk menyimpan jenis informasi khusus
- Segment
Di atas extent, level selanjutnya dari logical database storage adalah segment. Segmentadalah gabungan dari extent yang dialokasikan untuk tabel, index, rollback segment, atau untuk
sementara digunakan oleh session, transaction, atau SQL parser. Dalam kaitannya dengan physical structure, semua extent milik salah satu segment berada di tablespaceyang sama, tetapi mungkin berada dalam file data yang berbeda. Ketika extent dari sebuah segment terisi penuh, Oracle Database secara dinamis mengalokasikan extent lain untuk segment tersebut. Karena extent dialokasikan sesuai kebutuhan, extent dari sebuahsegment mungkin berhubungan atau tidak dalam harddisk.
- Tablespace
Sebuah database dibagi menjadi unit penyimpanan logis yang disebut tablespace, merupakan gabungan dari data block, extent, dan segment yang berhubungan. Misalnya,tablespace umumnya dikelompokkan bersama semua objek aplikasi untuk menyederhanakn beberapa operasi administrasi. Setiap database secara logis dibagi menjadi dua(2) atau lebih
tablespace. Satu atau banyak datafile secara eksplisit dibuat untuk setiap tablespace untuk menyimpan data dari semua logical structure dalam tablespace secara fisik. Gabungan ukuran dari datafile di tablespace adalah kapasitas penyimpanan total daritablespace tersebut. Setiap database Oracle berisi tablespace SYSTEM dan tablespaceSYSAUX. Oracle Database membuat dua(2) tablespace tersebut secara otomatis ketika database dibuat. Standar sistem di Oracle adalah untuk menciptakan sebuah tablespaceyang bersifat smallfile, yang merupakan tipe tradisional dari Oracle tablespace.Tablespace SYSTEM dan SYSAUX dibuat sebagai tablespace yang bersifat smallfile.
b. Physical Structure
Bagian berikut ini menjelaskan Physical Database Structure dari Oracle Database, termasuk di dalamnya terdapat datafile, control file, redo log file, archived redo log file, parameter file, alert dan trace log file, dan backup file.
Berikut ini pembahasan tentang bagian-bagian dari Physical Database Structure:
- Datafile
Setiap Oracle Database memiliki satu atau lebih datafile fisik, yang berisi semua data database. Data dari Logical Database Structure, seperti tabel dan index, secara fisik tersimpan dalam datafile yang dialokasikan untuk database.
Datafile memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Satu atau lebih datafile membentuk logical unit dari database
- yang disebut tablespace.
- Datafile hanya dapat dengan satu tablespace saja.
- Datafile dapat didefinisikan untuk memperluas secara otomatis ketika datafile tersebut sudah penuh.
- Control File
Setiap Oracle database memiliki control file. Sebuah control file berisi tentang informasi struktur fisik dari database, termasuk informasi berikut:
- Nama database
- Nama dan lokasi dari datafile dan redo log file
- Catatan waktu dari pembuatan database
Oracle database dapat memperbanyak control file, yaitu, secara bersamaan membuat beberapa salinan control file yang sama persis, ini dilakukan untuk melindungi database dari kegagalan
sistem yang melibatkan control file.
- Online Redo Log File
Setiap database Oracle memiliki dua atau lebih online redo log file. Online Redo Log File, bersama dengan archived redo log file, secara kolektif dikenal sebagai redo log untuk database. Sebuah redo log terdiri dari beberapa masukkan(juga disebut redo record),
yang merekam semua perubahan yang terjadi pada data. Jika kegagalan mencegah data yang telah dimodifikasi ditulis secara permanen ke dalam datafile, maka perubahan dapat dimasukkan ke dalam redo log, sehingga pekerjaan tidak pernah hilang. Untuk melindungi terhadap kegagalan yang melibatkan redo log itu sendiri, database Oracle memungkinkan Anda memperbanyak redo log sehingga dua atau lebih salinan dari redo log dapat ditempatkan
pada disk yang berbeda.
- Archived Redo Log File
Archived Redo Log File adalah file yang dihasilkan dari salinan offline redo log file. Database Oracle secara otomatis mengarsip redo log file ketika database dalam mode ARCHIVELOG. Oracle merekomendasikan agar Anda mengaktifkan pengarsipan otomatis untuk Redo Log File.
- Parameter File
Parameter file berisi daftar parameter konfigurasi untuk instance dan database. Kedua parameter file(pfile) dan server parameter file(spfile) memungkinkan Anda menyimpan dan mengelola
parameter inisialisasi Anda terus-menerus dalam file server-side disk. Sebuah server parameter file memiliki keuntungan tambahan,
yaitu:
_ File ini diperbarui secara bersamaan ketika beberapa nilai parameter dirubah ketika instance aktif
_ File ini dapat diakses secara terpusat oleh semua instance di dalam Real Application Service Database.
- Alert and Trace Log File
Setiap proses server dan proses background dapat menuliskan ke dalam trace file yang berhubungan. Ketika kegagalan internal terdeteksi oleh proses, informasi dump process tentang kegagalan tersebut akan masuk ke dalam trace file. Beberapa informasi yang dimasukkan ke dalam trace file ditujukan untuk database administrator, sedangkan informasi yang lain digunakan untuk Oracle Support Service. Informasi dalam trace file juga digunakan untuk menyesuaikan aplikasi dan instance. Alert file atau alert log adalah sebuah trace file khusus. Alert log dari database adalah log yang berisi kronologis kejadian pesan dan kegagalan.
- Backup File
Untuk mengembalikan file dengan menggantinya dengan backup file. Biasanya, Anda me-restore file ketika ada kegagalan media atau kesalahan dari user yang mengakibatkan kerusakan atau
kehilangan file asli. Backup dan restore yang dikelola user mengharuskan Anda untuk
benar-benar me-restore backup file sebelum Anda dapat melakukan percobaan recovery dari backup. Backup dan restore yang dikelola oleh server dapat mengelola proses backup, seperti penjadwalan backup, serta proses restore, seperti menerapkan backup file yang benar ketika recovery dibutuhkan.
• Struktur Proses
Terdapat 3 Struktur Proses pada Oracle :
a. UserProcess
User Process adalah proses ketika user melakukan suatu aktivitas pada instance. Contohnya ketika user ingin melakukan login atau membuka suatu program. Satu user process dapat memiliki 2 server process yaitu ketika user login sebagai sys dan login kembali sebagai hr pada terminal yang lain
b. ServerProcess
Server Process Terjadi ketika pengguna berhasil melakukan login (Connect Database / Connect SQL Plus). Server process dihapus ketika user berhasil logout
c. BackgroundProcess
Background Process adalah proses yang tidak terlihat oleh user
• archiver processes (ARCn) : Berfungsi untuk mengcopy data dari redo log file ke archive log file.
• checkpoint process (CKPT) : berfungsi untuk mengupdate control file dan data file
• coordinator-of-job-queues process (CJQn): secara dinamis menimbulkan slave processes terhadap job-queues.
• database writer processes (DBWn)
• dispatcher processes (Dnnn): multiplex server-processes users
• memory-manager process (MMAN): digunakan untuk internal database seperti Automatic Shared Memory Management
• log-writer process (LGWR) : Berfungsi untuk menulis data yang berubah ke redo log files.
• log-write network-server (LNSn): mengirim redo log dalam penggunaan Data Guard
• logical standby coordinator process (LSP0): kontrol aplikasi log Data Guard
• media-recovery process (MRP): detached recovery-server process
• memory-monitor process (MMON)
• memory-monitor light process (MMNL): memperoleh dan menyimpan data Automatic Workload Repository (AWR).
• process-monitor process (PMON).
• process-spawner (PSP0): spawns Oracle processes
• queue-monitor processes (QMNn).
• recoverer process (RECO).
• remote file-server process (RFS).
• shared server processes (Snnn): melayani client-requests.
system monitor process (SMON).
RECOVERY DATABASE
Recovery : merupakan upaya untuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
1. Pemulihan terhadap kegagalan transaksi
2. Pemulihan terhadap kegagalan system
3. Pemulihan terhadap kegagalan media
Jenis – jenis kegagalan :
1. Kegagalan system
Kegagalan yang mempengaruhi semua transaksi yang sedang berjalan tetapi tidak merusak database secara fisik.
Contoh : system error, software error
2. Kegagalan media
Kegagalan yang merusak database dan semua transaksi yang sedang berjalan pada saat itu.
Contoh : head crash
Berbagai kemungkinan yang harus diantisipasi :
• Gangguan Listrik
• Kerusakan Disk
• Kesalahan Perangkat Lunak
• Pengaksesan oleh orang yang tidak berhak
• Dua Pengguna/ lebih mengubah data yang sama
3. Fasilitas recovery
Fasilitas recovery didalam DBMS :
• Back up mechanism
Membuat back up database dan log file secara periodik
• Looging facility
Mencatat semua transaksi yang sedang berjalan
• Checkpoint facility
Synchronization point antara database dengan transaksi log file
• Recovery manager
Mengijinkan system untuk merestore database kekondisi yang tepat
Sejumlah control yang disediakan oleh DMBS :
• Pemulihan (recovery)
• Pengamanan (security)
• Integritas (integrity)
• Konkurensi (concurency)
Teknik Pemulihan :
1. defered upate / perubahan yang ditunda :
Perubahan pada basis data tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
2. Immediate Upadte / perubahan langsung :
Perubahan pada basis data akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
3. Shadow Paging :
Menggunakan page bayangan dimana pada prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Pemulihan Transaksi
Sebuah transaksi adalah suatu kesatuan prosedur di dalam program yang mungkin memperbaharui data pada sejumlah tabel. Sebuah transaksi dikatakan telah disetujui (committed) kalau seluruh rangkaian proses dalam transaksi tersebut berhasil dilaksanakan. Dalam prakteknya, bisa saja sesuatu proses di dalam sebuah transaksi gagal dilaksanakan.
Keterangan :
a. mulai : menyatakan keadaan awal
b. disetujui sebagian : keadaan setelah suatu pernyataan berhasil dilaksanakan
c. gagal : menyatakan keadaan setelah suatu pernyataan gagal melaksanakan tugas
d. batal : keadaan setelah transaksi dibatalkan. Setelah dibatalkan, keadaan dipulihkan seperti keadaan awal transaksi.
e. disetujui : keadaan setelah transaksi berhasil dijalankan
f. berakhir : terjadi setelah transaksi disetujui atau dibatalkan
System mempunyai catatan yang disebut log atau jurnal pada disk, yang dijadikan pedoman untuk membatalkan suatu pengubahan basisdata prosedur konsep pencatatan pada log:
Baca (X, xi) menyatakan prosedur untuk membaca item X dan nilainya berupa xi.
Tulis (Y, yi) menyatakan prosedur untuk menulis item Y dan nilainya berupa yi.
Contoh catatan log :
mulai> : ditulis ke dalam log sebelum Ti dimulai
: pengubahan item X dengan nilai baru xi
: ditulis ke dalam log saat transaksi disetujui
Log Basis Data
Pernyataan pada SQL :
COMMIT : menyetujui pengubahan data secara permanen dan membawa ke
keadaan akhir
ROLLBACK : membatalkan pengubahan data dan membawa ke keadaan akhir
Terdapat dua metode dasar, yaitu :
1. pendekatan update-in-place.
2. pendekatan deferred-update
Transaksi pada dasarnya melibatkan empat aksi, yaitu :
1. update – membaca dan memodifikasi sistem.
2. read – hanya membaca sistem.
3. commit – membuat permanent seluruh modifikasi terhadap sistem.
4. abort – membatalkan aksi-aksi yang telah dilakukan.
1. Pendekatan update – in – place
Pendekatan ini melibatkan pembaharuan sistem sebagaimana transaksi berjalan dan meniadakan pembaruan-pembaruan jika transaksi dibatalkan. Implementasi aksi-aksi transaksi pada pendekatan ini adalah :
1. Update – merekam undo terhadap record (contoh nilai lama objek yang diperbarui) di file log undo dan memperbarui sistem.
2. Read – membaca nilai objek disistem.
3. Commit – mengabaikan file log undo.
4. Abort – menggunkan record-rekord undo di file log undo untuk mengembalikan system ke kondisi semula sebelum transaksi dengan membalik operasi-operasi yang telah dilakukan.
2. Pendekatan deferred – update
Melibatkan penyimpanan pembaruan-pembaruan transaksi saat dijalankan dan menggunakan pembaruan-pembaruan yang disimpan untuk memperbarui system saat transaksi di – commit. Implementasi aksi-aksi transaksi pada pendekatan ini adalah :
1. Update – merekam rekor redo ( contoh nilai baru dari objek yang sedang diperbarui) di file log redo (juga disebut intention list).
2. Read – menggabungkan file log redo dan system untuk menentukan nilai objek.
3. Commit – memperbarui system dengan menerapkan file log redo secara berurut (dimulai dengan opersi pertama yang dilakukan transaksi).
4. Abort – mengabaikan file log redo dan transaksi.
Shadow paging
• Untuk pemeliharaan suatu transaksi digunakan 2 buah table page yaitu table page baru (current page) dan table page bayangan (shadow page)
• Pada saat start kedua table page mempunyai isi yang sama
• Table page bayangan tidak berubah selama waktu transaksi
• Semua pengupdatean transaksi dituliskan ke table page baru
• Pada saat hamper commit, isi table page bayangan di hapus dan isi table page baru dimasukkan ke dalam table page bayangan
• Bila transaksi gagal maka table page harus dihapus
• Dibandingkan menggunakan log file, menggunakan shadow paging lebih cepat karena tidak perlu redo atau undo, tetapi memerlukan data fragmentation dan garbage collection.
Pemulihan Sistem
Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya. Kegagalan pada system menyebabkan data yang berada dalam RAM hilang.
Implikasi :
Transaksi tidak selesai : dibatalkan pada saat system aktif (prosesnya bisa disebut Undo).
Transaksi yang telah berakhir (disetujui) :ditulis ke basis data (prosesnya biasa disebut Redo).
Pemulihan Media
Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup) atau Pemulihan dengan cara restore dari backup Bagian tak terpisah dari sistem basisdata adalah skema pemulihan (recovery). Pemulihhan bertanggung-jawab terhadap pendeteksian kegagalan dan mengembalikan basis data ke keadaan konsisten sebelum terjadinyya kegagalan. Kegagalan media (misalnya disk rusak) dan proses pemulihannya Kegagalan disebabkan penyimpanan permanent adalah jarang terjadi. Meskipun demikian perlu dipersiapkan untuk mengatasi kejadian kegagalan ini. Teknik utama untuk mengatasi ini adalah backup atau dump.
Kegagalan pada media disebabkan data di disk hhilang karena terkorupsi sewaktu sistem crash atau penulisan acak atau karena rusaknya head dari disk. Kalau kejadian ini berlangsung , kita dapat memperoleh data dari penyimpanan stabil (yang berpeluang kecil gagal karena dilakukan secara mirrored disks, atau mempunyai banyak kopian dibanyak lokasi jaringan).Data yang disimpan dipenyimpanan stabil adalah data itu sendiri dan file log. Kapan arsip yang konnsisten sulit dilakukan karena berarti harus menghentikan semua transaksi untuk perekaman kopian arsip. Pendekatan yang lebih baik adalah teknik “fuzzy dump” yaitu perekaman dilakukan secara asinkron selagi aktivitas transaksi berlangsung dilakukan secara konkuren sebagai aktivitas background. Skema dasar untuk mengatasai adalah backup seluruh isi basisdata ke penyimpan stabil (stabile storage) secara periodic. Penyimpan stabil adalah penyimpan yang tak pernah kehilangan isinya. Transfer blok antara memori dan penyimpan disk dapat menghasilkan beberapa kemungkinan hasil berikut :
Ø sukses seluruhnya
Ø informasi yang ditransfer tiba dengan selamat ditujuan
Ø terjadi kegagalan persial
kegagalan. terjadi ditengah-tengah transfer dan blok tujuan memuat informasi yang salah.
Ø terjadi kegagalan total
kegagalan terjadi diawal transfer sehingga blok tujuan tidak berubah. Sistem harus dapat mendeteksi terjadinya kegagalan transfer data dan melakukan prosedur pemulihan untuk mengembalikan blok ke keadaan konsisten . untuk melakukan hal ini, system harus mengelola dua blok fisik untuk tiap blok basisdata logik. Operasi penulisan sebagai berikut :
1. Tulis informasi ke blok fisik pertama.
2. Saat penulisan pertama sukses secara lengkap, tulis informasi yang sama ke blok fisik kedua.
3. Penlisan dinyatakan sukses secara hanya setelah penulisan kedua sukses secara lengkap.
Prosedur pemulihan
Selama pemulihan , masing-masing pasangan blok fisik diperiksa. Jika keduanya sama dan tidak terdeteksi kesalahan , maka tak ada aksi yang dilakukan. Jika salah satu blok terdeteksi kesalahan, maka gantikan isisnya dengan blok yang tak terdeteksi kesalahan. Jika kedua blok tak terdeteksi kesalahan tapi berada maka gantikan blok pertama dengan nilai blok kedua.
Pemulihan berbasis log
Bentuk yang palingn sering digunakan untuk merekam mamodifikasi yang dilakukan terhadap basisdata adalah log. Rekaman log mendeskripsikan satu penulisan ke basisdata dan memiliki field-field berikut :
1. nama transaksi
nama transaksi untuk yang melakukan operasi penulisan.
2. nama item data
nama item data unik yang ditulis.
3. nilai nama
nilai ite data sebelum penulisan.
4. nilai baru
nilai item data yang seharusnya terjadi setelah penulisan.
Prosedur pemulihan
Setelah kegagalan maka basisdata dikembalikan ke keadaan terakhir yang di backup. Kemudian barisan transaksi stelah backup terakhir yang tercatat dilog dieksekusi ulang.
Pemulihan dengan checkpoint
Saat terjadi kegagalan system, maka diperlukan mengkonsultasi log untuk menetukan transaksi-transaksi yang perlu dijalankan kembali dan transaksi-trsansaksi yang perlu dijalankan kembali dan transaksi-transaksi yang tak perlu dijalankan ulang. Seluruh log perlu ditelusuri untuk menetukan hal ini. Terdapat dua kesulitan dengan pendekatan ini :
• Proses pencairan memerlukan banyak waktu.
• Kebanyakan transaksi yang perlu dilakukan telah dituliskan ke basisdata.
Meskipun menjalankan ulang transaksi-transaksi itu tidak merusak, tapi pemulihan menjadi lebih lama. Meruduksi overhead ini diperlukan checkpoint. System mengelolah log menggunakan salah satu teknik-teknik diatas. Sistem secara periodik membuat checkpoint sebagai berikut :
• Tulis semua rekaman log yang saat itu berada dimemori utama kepenyimpan
stabil.
• Tulis semua blok buffer yang telah dimodifikasi ke disk.
• Tulis record log ke penyimpan stabil.
Cara Melakukan Recovery Database
1. Automatic Recovery
Automatic Recovery yaitu proses recovery yang dilakukan secara otomatis. Hal ini
adalah pilihan termudah untuk melakukan recovery database, karena hampir tidak
membutuhkan campur tangan pemakainya. Anda bisa melakukan hal ini dengan
mengikuti langkah-langkah berikut ini :
• Buka Recovery Manager. Kotak dialog Recovery Manager
• Dari kotakdialog tersebut, klik pushbutton Automatic Recovery.
• Jika database tidak aktif dan Anda ingin menampilkan dan memodifikasi nama file struktur database, maka Anda bisa memilih tombol File, sehingga kotak dialog Database Files muncul di layar.
• Jika databae Anda tidak aktif dan Anda ingin menampilkan dan mengubah parameter-parameter database yang akan berefek mulai dari database dibuka sampai proses recovery.
• Pilih tombol Recovery.
2. Memulihkan Database dengan Full Backup
Jika hal ini yang memang Anda lakukan, maka Oracle akan melakukan proses
recovery database dengan menggunakan file-file hasil full backup. Untuk melakukan
hal ini, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :
• Buka Recovery Manager, sehingga kotak dialog Recovery Manager tampak dilayar.
• Dari kotak dialog tersebut, pilih pushbutton Restore From Full Database Backup.
• Jika database tidak aktif dan Anda ingin menampilkan dan memodifikasi nama file struktur database, maka Anda bisa memilih tombol File sehingga kotak dialog Database Files muncul di layar.
• Jika database Anda tidak aktif dan Anda ingin menampilkan serta merubah parameter-parameter database yang akan berefek jika database dimulai sampai proses recovery, pilih tombol Parameters sehingga di layar Anda tampak kotak dialog Edit Database Parameter. Lakukan pengeditan terhadap parameter-parameter tersebut jika memang Anda menghendakinya. Jika sudah, klik tombol OK.
• Pilih Tombol Recovery sehingga di layar akan tampak kotak dialog
• Dari kotak dialog tersebut, pilih push button Restore From tape, atau Restore From Disk.
• Jika Anda merestore dari tape, pilih device dari daftar drop downnya. Jika Anda merestore dari disk, pilih direktori yang akan Anda gunakan untuk merestore database, dengan menggunakan tombol Browse atau mengetikkan direktori pathnya di dalam bagian Direktory.
• Pilih file backup dari daftar file Backup. Pilih klausa "<latest backup>" untuk menggunakan hasil backup yang terakhir atau menurut tanggal tertentu. Jika database tidak dijalankan, Anda akan diminta untuk memasukkan password database.
• Masukkan password Anda, dan jika sudah, klik tombol OK.
• Jika semua sudah selesai, pilih OK.
Langganan:
Postingan (Atom)